About

Minggu, 28 Januari 2018

Mandangin Kaya Hasil Laut



Mandangi Kaya Hasil Laut



Seperti yang diketahui Mandangin adalah sebuah pulau yang ada di Sampang, meski terlihat kecil penduduk Mandangin sangat lah padat. Seperti  yang dikenal, mata pencarian penduduk Mandangin mayoritas adalah seorang nelayan. Pulau Mandangin yang kaya akan potensi hasil lautnya yang melimpah ini menjadikan penduduk Pulau Mandangin sering makan nasi dengan ikan laut dan jarang sekali dijumpai sayuran (kasian yang vegetarian, heheheJ). Hasil laut pulau Mandangin salah satunya adalah cumi-cumi, rajungan, ikan (banyak jenisnya dan kami kesulitan membacakan satu persatu namanya xixixixiJ). Beruntung kami mendapatkan tempat di Mandangin, meski paling jauh tetapi kalau sering makan ikan laut plus gratis mah suka aja ahihihiJ. Yuhuu.. kembali ke topik kuy.

Jika seorang pria rata-rata menjadi nelayan, maka pasangannya (ibu-ibunya hihihiJ) banyak yang berusaha dagang dirumahnya. Oleh karena itu, KKN 65 menyusun sebuah program kerja “Pelatihan Sistem Pemasaran”. Program ini bertujuan untuk mengajak mereka yang memiliki usaha sendiri untuk lebih meningkatan pemasarannya. Misalnya, produk dari pulau Mandangin yang memanfaatkan hasil lautnya, ada sekelompok warga yang memiliki usaha pembuatan krupuk cumi, selain itu juga ada krupuk ikan, petis rajungan, nugget cumi dan lain-lainnya yang notabenenya khas dari Mandangin. Hal ini sangat disayangkan bila usaha seperti ini tidak memiliki label.
Pelatihan sistem pemasaran ini  mengundang salah satu dosen dari TIP yang akan memberi materi dan peatihan dalam hal label dan pemasaran. Dalam pelatihan ini melibatkan kelompok PKK Mandangin yang nantinya akan disampaikan kepada warga yang memiliki usaha agar lebih memperhatikan sistem pemasaran sehingga produk yang dihasilkan mampu bersaing dengan produk lainnya. Selain hasil pangannya yang berasal dari laut, Pulau Mandangin juga kaya akan makanan khas tradisionalnya seperti bikoh, gil-agil, cak-kocak, kar-cakar dan masih banyak lainnya.(Zee)

kisah Cinta Pulau Mandangin


BANGSACARA DAN RAGAPATMI

Bukan hanya kisah cinta Romeo dan Juliet, di Madura juga sangat banyak kisah cinta yang sangat abadi. Misalnya kisah yang ada di Sampang tepatnya di pulau Mandangin. Yupp kita intip ceritanya,,
Nah…
Dahulu ada sebuah kerajaan yang berada di Sampang. Kerajaan tersebut bernama kerajaan Pacangan, disana hiduplah seorang raja yang bernama raja Bidarba yang mempunyai tujuh putri yang cantik-cantik layaknya seorang putri kerajaan. Namun, putri yang bungsu yang bernama Ragapadmi mengalami sakit kulit yang menjadikannya buruk rupa. Akibat sakitnya itu Ragapadmi dianggap telah mencoreng nama baik kerajaan.
Di sisi lain, sang raja memiliki dua orang perdana mentri yang memiliki sifat yang sangat berbeda. Yang pertama adalah Bangsa Pate, ia memiliki sifat yang sangat dengki dan selalu ingin menyingkirkan orang-orang yang dekat dan dipercayai oleh raja. Salah satu musuh Bangsa Pate adalah Bangsacara.
Suatu hari Bangsa Pate mengadu domba Ragapadmi, dia berkata pada Raja Bidarba untuk segera mengusir Ragapadmi karena wajah buruk rupanya tidaklah pantas tinggal di Kerajaan Pacangan. Sang raja akhirnya memerintahkan Bangsacara untuk mengasingkan Ragapadmi dari kerajaan.
Sifat dermawannya Bangsacara membuat Bangsacara tidak tega melihat nasib yang melanda Ragapadmi, oleh karena itu, Bangsacara mengurungkan niatnya untuk mengasingkan Ragapadmi, sebagai gantinya Bangsacara membawa Ragapadmi ke desanya. Di sana Ragapadmi dirawat oleh ibu Bangsacara hingga pada akhrinya Ragapadmi sembuh dari penyakitnya dan menjadi wanita yang cantik jelita. Suatu hari di kerajaan, raja Bidarba memerintahkan Bangsa Pate menemui Ragapadmi untuk mengetahui keadaannya. Setelah melihat Ragapadmi yang cantik , Bangsa Pate terkejut. Bangsa Pate mulai memainkan akal busuknya, Raga Pate ingin merebut Ragapadmi dari Bangsacara dan menikahinya. Bangsa Pate berkata pada Bangsacara bahwa sang raja memerintahnya untuk menyuruh Bangsa Cara memburu 100 ekor rusa di Pulau Mandangin untuk digunakan dalam acara perayaan sembuhnya Ragapadmi. Bangsacara akhirnya pergi ke Pulau Mandangin untuk memburu 100 ekor rusa bersama 2 anjing peliharaannya.
Setelah hampir berhasil memburu rusa, Bangsa Pate menusuk Bangsacara dengan keris yang telah diberi racun, akhirnya Bangsacara meninggal dunia. Anjing peliharaan Bangsacara segera menuju ke kediaman Ragapadmi untuk memberitahukan bahwa Bangsacara telah tewas terbunuh oleh Bangsa Pate. Ragapadmi akhirnya menuju tempat di mana Bangsacara dibunuh. Ragapadmi kemudian menyusul kepergian Bangsacara karena juga terkena racun dari keris yang menancap di tubuh Bangsacara. Dua anjing Bangsacara ikut meloncat ke arah keris sehingga mereka pun ikut terbunuh.


Selesai deh, kurang lebih seperti itu ceritanya. Namun, banyak versi yang menceritakan tentang kisah percintaan Bangsacara dan Ragapadmi. Kalau agan masih penasaran dengan ceritanya agan bisa langsung mengunjungi makam Bangsacara dan Ragapadmi yang terletak di Pulau Mandangin.
Makam Bangsacara dan Ragapadmi sampai saat ini masih digunakan sebagai tempat ziarah dan banyak yang mengunjungi tempat bersejarah ini. (Zee)

Jajanan Tradisional Mandangin


           Nah untuk yang kali ini kita akan membahas tentang kuliner yang ada di Mandangin. Banyak jajanan khas yang ada di Pulau Mandangin. Yuk kita intip salah tiganya bagian dari makanan tradisional berikut ini 😀😃. Warnanya yang menarik yaitu merah muda dan bentuknya yang mempunyai seperti cakar membuat makanan ini disebut dengan kar-cakar. Jajanan ini terbuat dari ubi yang dipotong memanjang seperti stik pada umumnya. Kemudian dibalut dengan tepung terigu yag telah diberi warna merah muda dan diberi gula. Pemilihan bentuk pemotongan kar-cakar ternnyata mempengaruhi rasa  dari makanan ini, sehingga terasa lebih lezat dan berbeda dengan ubi gorenng pada umumnya. Harganyapun sangat terjangkau dan sesuai dan cocok untuk dinikmati saat bersantai. 

     
          Oke untuk yang selanjutnya yaitu bikkoh 😋😎. Siapa sih yang gak tau dengan makanan tradisional ini 😀, di Jawa makanan ini disebut dengan wajik ketan yang bahan utamanya adalah ketan dan gula pasir. Untuk bikkoh sendiri merupakan salah satu makanan khas mandangin yang terbuat dari ketan. Dimana pengolahan bikoh yaitu dengan dikukus lalu dicampur dengan gula yang sudah dicairkan. Bikoh ini memiliki tekstur yang lembut dan rasa yang manis sehingga memiliki daya tarik tersendiri bagi penikmat rasa manis. Bikoh ada berbagai macam variasi warna, dari warna cokelat, putih, ungu dan pink. Bikoh akan lebih nikmat jika dicampur dengan parutan kelapa.


         Untuk yang terakhir tapi bukan perpisahan looh yaa 😀😂, sebenarnya banyak makanan yang ada di Mandangin namun yang dibahas kali ini hanya tiga. Dan ini resep makanan tradisonal yang terakhir 😎 yaitu rok korok. Dalam bahasa Jawa rok korok sama halnya dengan tiwul yaitu makanan yang bahan utamanya adalah tepung ketela. Sebagai makanan pokok, kandungan kalorinya lebih rendah daripada beras namun cukup memenuhi sebagai bahan makanan pengganti beras. Tiwul dipercaya mencegah penyakit maag, perut keroncongan, dan lain sebagainya. Rok korok pernah digunakan untuk makanan pokok sebagian penduduk Indonesia pada masapenjajahan Jepanng dan sekarang tiwul dibuat jadi tiwul instan 😊

Sabtu, 27 Januari 2018

Mandangin Bertalenta


        Nah, untuk proker yang satu ini yang berupa pelatihan IT. Ada yang tahu apa IT itu? 😅. IT adalah istilah umum untuk teknologi apa pun yang membantu manusiadalam membuat, mengubah, menyimpan, mengkomunikasikan dan menyebarkan suatu informasi. IT menyatukan komputasi dan komunikasi berkecepatan tinggi untuk data, suara, dan video. Contoh dari IT bukn hanya berupa komputer pribadi tetapi juga telepon, TV, peralatan rumah tangga elektronik , dan peranti genggam modern (misalnya ponsel/ gadget).
   Salah satu tujuan program kerja yang satu ini adalah untuk mengetahui seberapa paham siswa-siswi di MTs Miftahul Ulum tentang dunia IT yang sekarang telah mendunia.Kami melakukan pelatihan ini guna menunjukkan bagaimana sih cara pengoperasian komputer dan apa dampak dari penggunaan komputer dalam kehidupan sehari-hari. Selama 5 hari melakukan pelatihan peningkatan siswa siswi yang dari belum mengenal komputer sedikit demi sedikit mampu mengoperasikan komputer. Dan selain melakukan pelatihan di sekolah, KKN 65 juga melakukan pelatihan IT kepada perangkat desa di Pulau Mandangin. Pelatihan IT yang melibatkan perangkat desa ini bertujuan untuk mengetshui seberapa besar pengetahuan yang diketahui tentang IT dan cara pegoperasiannya. Setelah melakukan pelatihan banyak yang kurang paham namun antusias untuk belajar sangat menyenangkan dan membuat pemateri semangat untuk melakukan pelatihan lebih lanjut.









Jumat, 26 Januari 2018

Drawing Elementary School Competition


           Kreativitas merupakan hal penting dalam kehidupan khsusnya pada siswa-siswi sekolah dasar .Kreativitas karena membuat manusia lebih produktif. Dalam pelatihan kreativitas siswa-siswi sekolah dasar menggambar adalah salah sati cara yang dapat di ajarkan kepada siswa-siswi sekolah dasar di Mandangin agar dapat meningkatkan perkembangan otak kiri yang bermanfaat demi masa depan siswa-siswi sekolah dasar Mandangin. 

     
    Kegiatan ini adalah salah satu pengabdian dalam segi membagi ilmu menggambar yang dapat kami lakukan di dalam program kerja kuliah nyata (KKN 65 UTM). Di mana kegiatan yang dapat bermanfaat bagi siswa-siswi  sekolah dasar Mandangin. Progam kerja menggambar ini di laksanakan sebagai lomba menggambar di SDN 01,03,04 Mandangin. Di mana satu kompleks terdapat 3 sekolah ,Setiap sekolah mengirimkan perwakilan 6 siswa dan dari setiap perwakilan sekolah ang mengikuti lomba menggambar terdapat 18 siswa sekolah dasar.