• Pembuatan Garam Dengan Media Keramik

    Pulau Madura dikenal sebagai Pulau Garam. Karena banyak petani garam di Madura, terutama di daerah pesisir pantai. Dengan keadaan demografi Pulau Madura yag cukup panas, maka sebagian masyarakat yang tinggal di daerah pesisir memanfaatkan air laut dengan mengubahnya menjadi garam. Petani garam di Pulau Madura masih menggunakan cara konvensional untuk mengolah air laut menjadi garam. Meskipun Desa Pulau Mandanginn tidak berada di Madura, tetapi Desa Pulau Mandangin masih menjadi bagian dari Kabupaten Sampang yang ada di Pulau Madura.
    Disini kelompok KKN 93 mencanangkan program kerja salah satunya yakni membuat garam dengan menggunakan media keramik. Keramik yang digunakan berbentuk persegi panjang yang terbuat dari tanah liat yang dikeringkan dan kemudian dibakar. Proses pembuatan garam dengan media keramik ini dilakukan dengan menggunakan metode pembakaran menggunkaan kayu bakar atau dimasak diatas tungku.

    Air laut tersebut dimasukkan kedalam wadah keramik dan kemudian dipanaskan diatas tungku sampai air laut tersebut menguap dan akhirnya hanya tersisa garam hasil pembakaran tersebut. Dengan adanya metode pembuatan garam meggunakan metode keramik ini diharapkan masyarakat Desa Pulau Mandangin mampu membuat garam secara mandiri dengan cara yang lebih praktis sehingga mampu mencukupi kebutuhan garam sehari-hari.
    Beberapa peralatan yang dibutuhkan adalah sebagai berikut:

    Tungku untuk memasak air

    Keramik untuk merebuh air

    Cara memasak yaitu dengan merebus air laut tersebut di atas tungku dengan wadah yang terbuat dari tanah liat yang sudah dibakar sehingga menjadi keramik seperti di atas. Merebusnya airnya diletakkan dibeberapa wadah untuk mempercepat mendidihnya air. Pindahkan dari wadah satu ke wajah yang terkena api besar. Lakukan sampai muncul garam tersebut.

    Pemindahan air
    Hasil garam yang menempel di wadah
    Hasil Garamnya

    PROKER Pembuatan Garam dengan Menggunakan Media Keramik mendapat respon yang sangat positif dari masyarakat. Masyarakat sangat antusias dalam mengikuti proker ini. Saat teman-teman dari KKN 93 Mandangin mulai menyalakan tungku dan menata keramik diatas tungku, masyarakat sekitar tempat diadakan proker mulai berbondong-bondong dating. Mereka terlihat sangat antusias dan penasaran dengan Proker ini. Masyarakat penasaran dikarenakan proker ini baru pertama kalinya diadakan di mandangin dan juga penasaran apakah garam akan benar-benar berhasil terbentuk lewat proker ini.
                Waktu menunggu agar air laut dapat berubah menjadi garam membutuhkan sekitar 2 jam. Masyarakat tetep mau menunggu terbentuknya garam meskipun harus menunggu 2 jam. Masyarakat yang berkumpul di tempat pembuatan proker ini juga makin lama makin bertambah. Hujan yang sempat turun mengguyur saat proker ini dilaksanakan  tidak menyurutkan rasa antusias warga. Saat hujan reda masyarakat dan kepala dusun berbondong-bondong kembali ketempat proker dilaksnakan dan menyaksikan sendiri bagaiamana garam dapat terbentuk diats keramik yang dipanaskan.
                Kepala dusun sendiri menyakatakan keberhasilan proker ini dan merekan pernyataan akan keberhasilan proker ini dengan salah satu teman KKN 93 Mandangin. Dengan berbagai halangan yang ada proker ini dapat terselesaikan dengan baik. Respon masyarkat yang begitu antusias membuat teman-teman dari KKN 93 senang. Harapan dari teman-teman KKN 93 ini adalah supaya masyarkat dapat melanjutkan proker ini dalam keseharian dan dapat membantu masyarakat itu sendiri.

  • You might also like

    Tidak ada komentar:

    Posting Komentar