About

Rabu, 26 Juli 2017

BEDA NIAT, BEDA HASIL

Dalam sebuah penelitian disimpulkan, kebutuhan sebuah keluarga yang terdiri dari ayah, ibu dan satu orang anak usia sekolah rata-rata sebesar Rp. 1.800.000 (Satu juta delapan ratus ribu rupiah) dalam sebulan. Seorang anak usia sekolah MTs membutuhkan uang 20.000 setiap hari untuk biaya makan, uang saku ngaji dan sekolahnya. Maka satu orang anak sebulan butuh uang Rp. 7.200.000 (Tujuh juta dua ratus ribu rupiah).

Apabila seorang siswa atau walinya mengharpkan uang BSM Rp. 2000 x 30 hari x 12 bulan, yakni sejumalah Rp. 720.000 (Tujuh ratus dua puluh ribu rupiah) satu kali dalam setahun untuk siswa Mts/SMP karena punya kartu KIP, maka dipastikan tidaklah cukup untuk memenuhi kebutuhan hidup anaknya dalam setahun kekurangannya Rp. 6.480.000 atau dalam setiap hari kekurangannya Rp. 18.000, karena nominal BSM Rp. 2000 setiap hari, sedangkan kebutuhan anak setiap hari sebesar Rp 20.000.

Menurut hasil pengamatan, masyarakat Mandangin empat tahun terakhi sejak tahun 2013 sampai 2017 memiliki dua macam pola pikir. Pertama, pola pikir "muang buter, ngalak lasor". Kedua, "pola pikir muang lasor, ngarep buter".

Pola pikir pertama, membuang yang lebih sedikit karena mengharap lebih banyak. Ini diibaratkan muang buter karena ngarep lasor. Maksudnya demi mendapatkan ilmu sebagai bekal masa depan anak dan demi meningkatkan rizki orang tua dari Allah agar kebutuhan keluarga tercukupi, orang tua dan anaknya rela tak mengharapkan BSM. 

Pola pikir kedua, membuang yang lebih banyak karena mengharap yang lebih sedikit. Ini diibaratkan muang lasor karena ngarep buter. Maksudnya demi mendapatkan BSM, maka orang tua dan anaknya rela tidak mendapatkan ilmu dan rizki melimpah dari Allah. Dengan kata lain, yang penting bersekolah mendapatkan uang tanpa berfikir bahwa BSM menyebabkan rizki orang tua berkurng. Telah terbukti berdasarkan penuturan siswa MTs MU yang punya kartu KIP, setelah terima uang BSM di bank BRI April 2017, berkali-kali orang tuanya nelayan dapatkan hasil tangkap rajungan jauh lebih sedikit dari sebelum terima BSM.


Ditulis oleh : Ahmad, S.Pd,I
Sumber : Bulletin Al-Miftah

0 komentar:

Posting Komentar