About

Sabtu, 22 Juli 2017

Gelar Reboisasi Menuju Mandangin Hijau


     


        Mandangin merupakan kawasan dengan tanah berupa pasir yang kurang subur. Daerah ini merupakan daerah pantai yang mana sulit sekali menemukan tanah yang gembur. Sehingga cederung lebih sulit untuk tumbuhan dapat hidup di Mandangin karena lahan pasir pantai merupakan lahan marginal yang tandus, kering, dan miskin unsur hara. Untuk itu diperlukan tanaman yang kuat dan tahan terhadap cuaca kering pesisir. Di mandangin sendiri bukan tidak ada tumbuhan yang tumbuh melainkan jumlah tumbuhan terutama pohon masih sangat minim. Dan mengingat kepadatan penduduk yang tinggi, maka lahan juga cenderung minim. Tapi masalah bukanlah halangan yang pasti ada jalan keluarnya.
Dalam upaya menghijaukan Mandangin maka dilakukan kegiatan reboisasi. Memang ini bukanlah kegiatan yang luar biasa, tetapi menjadi luar biasa karena reboisasi dilakukan di daerah pasir dan padat penduduk yang tentunya membutuhkan konsep dan persiapan yang matang. Karena Mandangin merupakan daerah berpasir maka berdasarkan pengalaman, tanaman yang cocok untuk lahan di Mandangin adalah mangga dan jambu air. Tanaman ini juga merupakan tanaman pilihan warga berdasarkan survey yang dilakukan. Tanaman mangga dan jambu air memang lebih tahan terhadap cuaca panas. Mangga dan jambu air menyukai iklim yang kering selama 3 bulan. Masa kering ini sendiri sangat diperlukan buah manga dan jambu air sebelum dan pada saat ia berbunga. Apabila ditanamai di wilayah basam maka mangga dan jambu air akan mendapatkan banyak serangan dan bunganya biasanya lebih banyak gugur.  
Reboisasi dilakukan dengan system “one home one tree” artinya satu rumah satu pohon karena rumah warga Mandangin yang berdempetan sehingga system ini cocok untuk diterapkan. Kegiatan reboisasi dilaksanakan pada 22 Juli 2017 di kawasan pulau Mandangin. Ada sekitar 150 pohon yang ditanam. Kegiatan diawali dengan simbolisasi penyerahan pohon kepada kepala desa Mandangin yang saat itu diwakili oleh sekretaris desa. Setelah acara penyerahan pohon, dilanjutkan kegiatan reboisasi secara bersama-sama bersama warga. Sebagian pohon ditanam di lahan yang kosong namun banyak yang dibagikan kepada warga untuk ditanam di rumahnya masing-masing, dengan cara didata tiap warga  yang mengambil pohon sebagai upaya pemantauan.
Akhirnya dengan cara dikerjakan bersama-sama kegiatan reboisasi Mandangin sukses dilakukan. Tidak ada pohon yang tersisa karena warga juga antusias dengan adanya reboisasi ini. Namun, bukan tanpa kendala keberlanjutan perawatan tanaman perlu sekali dipantau mengingat di Mandangin yang terkenal pulau kambing maka banyak kambing yang mungkin saja mengganggu tanaman yang telah ditanam. Dengan reboisasi diharapkan upaya untuk menghijaukan Mandangin bisa terwujud.

0 komentar:

Posting Komentar