About

Rabu, 19 Juli 2017

Yang Unik di FGD Mandangin 2017




Rabu, 19 Juli 2017, sekitar pukul 08.00, Semangat Perangkat Desa Mandangin nampak antusias untuk mengikuti FGD (Forum Group Discussion) yang bertempat di Balai desa Mandangin. FGD dimulai pukul 08.00 WIB yang diawali dengan sambutan-sambutan. Pada FGD ini kepala desa (klebun) Pulau Mandangin tidak bisa hadir karena ada kepentingan. Sehingga pada FGD ini sambutan Kepala Desa diwakili oleh Bendahara Desa. Pada sambutannya, Bendahara Desa mengucapkan banyak harapan untuk kemajuan Mandangin di masa depan. Dari sambutan Bendahara Desa tersebut banyak hal baru yang sebelumnya belum banyak yang tahu mengenai Mandangin, menjadi tahu tentang Mandangin. 

Pertama,

Kata “Mandangin” itu sendiri, dulu sebelum tahun 1979 nama Pulau Mandangin adalah Pulau Kambing, namun atas usulan mantan kepala desa yang pertama pada tahun tersebut, kata Kambing diubah menjadi kata Mandangin. Namun, hingga saat ini di peta, nama Pulau Mandangin tetap disebut Pulau Kambing. 

Kedua,
Awalnya semua orang mengira jika Mandangin adalah produsen petis. Tapi ternyata salah, Mandangin bukanlah produsen yang memproduksi petis tetapi hanya pengelola petis. Petis sendiri dalam bentuk setengah jadi diimpor dari kabupaten Sampang, yang kemudian diolah oleh penduduk Mandangin.

Ketiga,
Di Mandangin ternyata juga memiliki batik yang khas. Batik Mandangin berbeda dari batik-batik yang lain. Batik Mandangin identik dengan motif kambing yang sesuai dengan ciri pulau Mandangin yang banyak kambing.

Keempat,
Mandangin ternyata adalah daerah yang memproduksi krupuk. Krupuk ikan adalah krupuk enak yang asli diproduksi oleh Mandangin. Krupuk ini sangat enak dan murah, sayang jika di Mandangin tak mencoba krupuk ikan Mandangin.

Kelima,

Dari yang unik di Mandangin adalah Mandangin menjadi salah satu daerah pembuatan kapal. Di sebelah timur terdapat tempat pembuatan kapal yang masih sederhana karena kurang pengembangan sehingga pesan dari bendahara desa agar aset ini jangan sampai hilang.

Keenam,
Mandangin berpotensi menjadi daerah kunjungan wisata karena di Mandangin banyak spot - spot menarik nan indah yang tak kalah dari tempat wisata lain. Seperti bukit Candin yang mirip dengan Tanah Lot, Bali dan Bale Kambang, Malang. Tapi sayangnya potensi Mandangin ini belum tereksplorasi. Mandangin juga memiliki pantai dengan pasir putih yang indah yang terletak di sebelah barat. 

Keunikan yang Ketujuh dari Mandangin,
Jumlah penduduk yang sangat padat. Dari pulau dengan panjang 3 km dan lebar 1,5 km, pulau ini kurang lebih dihuni oleh 20.000 penduduk. Sebenarnya ini merupakan bonus demografi bagi pulau Mandangin jika seluruh penduduk bisa memanfaatkan yang ada di pulau Mandangin. Bonus demografi yang termanfaatkan bisa meningkatkan pendapatan masyarakat pulau Mandangin.
Dari pemaparan bendahara desa tersebut, harusnya semua stakeholder harus bekerja sama dan membuka mata bahwa Mandangin adalah aset yang tersembunyi yang perlu untuk dikembangkan agar daerah ini bisa menjadi daerah maju baik di sektor ekonomi maupun pariwisata, sehingga tujuan pembangunan yakni kesejahteraan .

Pada FGD ini dihadiri oleh perangkat desa Mandangin dan warga yang berjumlah 20 orang. Acara FGD terlaksana dengan  hikmat. Semua tamu undangan yang hadir mengikuti acara hingga selesai. FGD ini selesai pada pukul 11.00 WIB dan kegiatan ini menjadi salah satu  pandangan pemikiran bagi perangkat Desa Mandangin dalam pembangunan mandangin kedepannya.

0 komentar:

Posting Komentar