• Ajarkan Pemanfaatan Sampah Plastik

    Kelompok KKN (Kuliah Kerja Nyata) 93 Universitas Trunojoyo Madura (UTM) ajarkan pegolahan sampah plastik dengan inovasi ecobrick. Tim yang mengabdi di desa Mandangin itu mengolah sampah plastik menjadi barang yang bermanfaat.

    Bagaimana caranya ya? Penanggung Jawab program kerja ini menerangkan, ternyata sampah-sampah plastik dapat dijadikan sebagai barang yang bernilai. "Melihat sampah plastik yang cukup banyak dan juga pembuatan ecobrick yang memerlukan jumlah sampah plastik yang banyak tentunya kedua hal ini akan saling mendukung dalam proses pembuatan ecobrick", ujarnya.

    Menurutnya, program pengolahan sampah plastik tersebut berawal dari kepedulian para mahasiswa KKN 93 UTM terhadap sampah plastik yang kurang dimanfaatkan oleh warga Desa setempat. "Sampah plastik pastinya sudah akrab dalam kehidupan sehari-hari. Sampah yang tidak bisa terurai ini semakin hari semakin tidak terkendali jumlahnya karena setiap hal terutama pembungkus makanan hampir semua menggunakan plastik. Jika penumpukan sampah plastik dibiarkan begitu saja bukan tidak mungkin lingkungan akan semakin terancam dengan limbah plastik." ujarnya

    Menurutnya, cara pengolahan sampah plastik dengan ecobrick cukup mudah. Yakni sampah plastik dimasukkan ke dalam botol hingga padat, sebelumnya harus melalui proses pencucian dan pengeringan terlebih dahulu sehingga tidak kotoran yang menempel. Setelah itu botol yang sudah terisi oleh sampah plastik dapat dirancang sebagai barang-barang yang bermanfaat seperti contoh meja, kursi, dsb.

    Pengolahan sampah plastik  tersebut mendapatkan respons yang baik dari Guru SMA maupun MTs untuk menindaklanjutinya. ”Program kerja ini selain dapat mengurangi masalah sampah yang menumpuk, nantinya juga dapat agar masyarakat Mandangin bisa lebih peduli terhadap lingkungannya,” katanya.
  • You might also like

    Tidak ada komentar:

    Posting Komentar