• Mengolah Limbah Plastik Menjadi Seni yang Artistik dengan Ecobrick



    Ecobrick menjadi salah satu inovasi dalam pengelolaan sampah, khususnya sampah plastik. Ecobrick merupakan terobosan baru yang diperkenalkan oleh Russel Maier seorang pemerhati lingkungan asal Canada yang prihatin dengan keberadaan sampah plastik yang sudah tidak terkendali jumlahnya. Inovasi cemerlang ini menghasilkan bata ramah lingkungan dengan memanfaatkan sampah plastik dan botol plastik, dimana plastik kering dimasukkan dalam botol plastik hingga padat sehingga mampu untuk menahan beban diatasnya.
    Sampah plastik pastinya sudah akrab dalam kehidupan sehari-hari. Sampah yang tidak bisa terurai ini semakin hari semakin tidak terkendali jumlahnya karena setiap hal terutama  pembungkus makanan hampir semua menggunakan plastik. Jika penumpukan sampah plastik dibiarkan begitu saja bukan tidak mungkin lingkungan akan semakin terancam dengan limbah plastik.
    Melihat sampah plastik yang cukup banyak dan juga pembuatan ecobrick yang memerlukan jumlah sampah plastik yang banyak tentunya kedua hal ini akan saling mendukung dalam proses pembuatan ecobrick. Dalam pembuatan ecobrick diperlukan hampir 2500 plastik untuk mengisi botol ukuran 600 mililiter, sehingga jika diterapkan dengan sungguh-sungguh maka bisa mengurangi sampah plastik dengan waktu yang relative singkat. Untuk itu, dalam merealisasikan upaya pengurangan sampah plastik maka pada tanggal 4 Agustus 2017 di Balai Desa dilakukan pelatihan pembuatan ecobrick kepada siswa di Pulau Mandangin sebagai teknologi tepat guna yang ramah lingkungan.
    Proses pembuatan ecobrick ini memang harus melalui proses yang bertahap yaitu mulai dari pengumpulan sampah yang dilakukan dengan melibatkan siswa SD yang kemudian membuat replica ecobrick dengan IMADA (Ikatan Mahasiswa Mandangin) dan pelatihan pembuatan ecobrick dengan siswa SMP dan MTs yang juga disaksikan oleh perangkat desa Pulau Mandangin. Jadi, pembuatan ecobrick, ini melibatkan hampir seluruh lapisan masyarakat Mandangin.

    Ecobrick yang telah jadi dapat dibentuk menjadi berbagai bentuk sesuai kreativitas siswa, sehingga para siswa dari MTs dan SMP se Pulau Mandangin ini sangat antusias dalam mengikuti pelatihan pembuatan ecobrick. Pelatihan yang dilakukan di balai desa Pulau Mandangin juga mendapatkan apresiasi yag cukup besar dari perangkat desa Pulau Mandangin. Hampir semua mengatakan bahwa baru kali ini mengetahui tentag ecobrick, bata dari sampah plastik yang dapat digunakan sebagai barang yang bermanfaat. Perangkat desa terutama kepala desa Pulau Mandangin sangat mengapresiasi kegiatan ini. Menurut Kepala Desa Pulau Mandangin kegiatan ini sangat bagus karena dapat mengurangi sampah di Mandangin dan juga harapan besar dengan adanya program ini masyarakat pulau Mandangin bisa lebih peduli terhadap lingkungan.
  • You might also like

    Tidak ada komentar:

    Posting Komentar